03 January 2012

Obrolan Warung Kopi

Di warung kopi pagi ini,
Hujan baru saja terhenti termuntahkan
Menyisakan aroma-aroma tanah yang basah
Sepatu becek penuh tanah.kotor..
Di warung kopi pagi ini
Matahari kian meninggi
Sisa hujan masih terbaca
Di atap koyak termakan masa
Panas...
Asap rokok menari dimana-mana
Mengepul dari mulut-mulut pencari kenikmatan
Membentuk liukan indah dan.. Hilang
Tertiup ke udara, menyesakkan warung kopi
Habis.. Bakar.. asap rokok hanyut dalam tariannya
Gelas-gelas terduduk dimeja
Ampas kopi terlihat tenang disana
Sang penikmat kopi tidak lagi menjadikannya sebagai objek utama
Disana, di atas meja, tanpa diisi kembali
Penikmat kopi terbuai dalam obrolannya
Nafas politik tercium dimana-mana
Menggema di sudut-sudut jalan
Diwarung kopi kecil sekalipun
Ia terangkat sebagai topik paling panas
Lebih panas dari matahari usai hujan
lebih panas dari secangkir kopi
Lebih panas dari sebatang rokok yang membara
Lobi-lobi asyik dimana-mana
Penjilat semakin gencar menjilat
Calon terpilih tersipu malu dijilat
Gelas kopiku kosong
Asap rokok semakin menyesakkan dada
Aku menyerah,
Sesak dengan asap rokok,sesak dengan obrolan
Aku melangkah,kuputuskan keluar
Berhenti dari kerumunan obrolan
Diluar,ternyata lebih panas dibanding di dalam warung kopi..

Warung kopi kampus,
03 Januari 2012
Miftahul Khaeriyah

0 cuap-cuap:

Post a Comment