Tatkala masih dipangkuan bunda,tangan
halusnya membelai manja rambutku,
Bibir tipisnya tersenyum lembut
menatapku,
Berkatalah ia “Anakku,buah hatiku,
Selamat datang di Negeri nenek moyangmu,
Negeri yang kaya, Negeri yang
jaya,Negeri yang ketika namanya dibisikkan ditelingamu kau akan bergetar karena
bangga
Bukalah matamu dan lihatlah betapa
kayanya kita,langkahkan kakimu diatas tanah moyang dan rasakan hembusan angin
yang sama,
Hembusan angin yang akan mengantarmu
terbang ke ruang yang berbeda,ruang kedamaian.
Inilah surga kita,yang hidup tumbuh dari
yang mati. Tak ada kegundahan,tak ada kesengsaraan,karena sungguh kita sangat
kaya.
Tetaplah berdiri ditanah ini,anakku. Di
negeri Moyangmu,Negeri yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum,
Jamrud Hijau,Indonesia.
20 Tahun sudah kujejalkan tubuh mengecap
manisnya petuah bundaku,
Lantas,kemanakah kini Indonesia?
Kemanakah Negeri sepotong surga?
Bangsaku kehilangan jati dirinya!
Katanya kita kaya,tapi mengapa ribuan
saudaraku sengsara?
Terkapar karena lapar adalah nyanyian
sumbang yang mengalun dari pinggir-pinggir jalan yang kasar
Yang renta terlunta didekap dinginnya
malam sambil bersenandung lirih tentang Negerinya yang entah karena sudah tak
punya hati,entah karena telinganya terbekap materi hingga yang terngiang disana
hanya lagu merdu tentang triliunan uang yang bisa mereka garap dari ringkih
nafas rakyatnya!!!
Negaraku tak lagi menjadi dirinya
Pancasila dan UUD 45 kini bagaikan lagu
lama yang dengungnya tak asyik lagi di telinga
Saudara tikam saudara…
Pencuri mencuri dari pencuri yang lain…
Kekayaan Bangsa diperkosa investor
asing…
Lucu memang, ribuan perut kosong dan
keroncongan di Negeri yang katanya berlimpah makanan ini…
Lucu memang, setiap harinya terjadi
penjarahan di Negeri yang katanya menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
ini..
Maafkan anakmu bunda, ketika ceritamu
kini menjadi kisah lusuh yang tak bisa kuturunkan ke anak-anakku lagi .
Ceritamu kini menjadi basi dan hanya
akan menaruh harapan kosong di benak mereka,anak-anakku,cucu-cucu mu,putra-putri
Bangsa…
Yang bisa kuturunkan adalah bekal petuah
untuk anak-anakku.. jikalau ingin hidup makmur,menyingkirlah dari
Indonesia,Negara omong kosong…
Disana
tempat lahir beta..
Dibuai
dibesarkan bunda..
Tempat
berlindung dihari tua..
Sampai
akhir menutup mata..
Janganlah heran kalau anakku gagu
menyanyikannya..



0 cuap-cuap:
Post a Comment