22 April 2012

Satu kisah tentang Negeriku yang katanya makmur,Indonesia


Tatkala masih dipangkuan bunda,tangan halusnya membelai manja rambutku,
Bibir tipisnya tersenyum lembut menatapku,
Berkatalah ia “Anakku,buah hatiku,
Selamat datang di Negeri nenek moyangmu,
Negeri yang kaya, Negeri yang jaya,Negeri yang ketika namanya dibisikkan ditelingamu kau akan bergetar karena bangga
Bukalah matamu dan lihatlah betapa kayanya kita,langkahkan kakimu diatas tanah moyang dan rasakan hembusan angin yang sama,
Hembusan angin yang akan mengantarmu terbang ke ruang yang berbeda,ruang kedamaian.
Inilah surga kita,yang hidup tumbuh dari yang mati. Tak ada kegundahan,tak ada kesengsaraan,karena sungguh kita sangat kaya.
Tetaplah berdiri ditanah ini,anakku. Di negeri Moyangmu,Negeri yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum,
Jamrud Hijau,Indonesia.
20 Tahun sudah kujejalkan tubuh mengecap manisnya petuah bundaku,
Lantas,kemanakah kini Indonesia? Kemanakah Negeri sepotong surga?
Bangsaku kehilangan jati dirinya!
Katanya kita kaya,tapi mengapa ribuan saudaraku sengsara?
Terkapar karena lapar adalah nyanyian sumbang yang mengalun dari pinggir-pinggir jalan yang kasar
Yang renta terlunta didekap dinginnya malam sambil bersenandung lirih tentang Negerinya yang entah karena sudah tak punya hati,entah karena telinganya terbekap materi hingga yang terngiang disana hanya lagu merdu tentang triliunan uang yang bisa mereka garap dari ringkih nafas rakyatnya!!!
Negaraku tak lagi menjadi dirinya
Pancasila dan UUD 45 kini bagaikan lagu lama yang dengungnya tak asyik lagi di telinga
Saudara tikam saudara…
Pencuri mencuri dari pencuri yang lain…
Kekayaan Bangsa diperkosa investor asing…
Lucu memang, ribuan perut kosong dan keroncongan di Negeri yang katanya berlimpah makanan ini…
Lucu memang, setiap harinya terjadi penjarahan di Negeri yang katanya menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan ini..
Maafkan anakmu bunda, ketika ceritamu kini menjadi kisah lusuh yang tak bisa kuturunkan ke anak-anakku lagi . Ceritamu kini menjadi basi dan  hanya akan menaruh harapan kosong di benak mereka,anak-anakku,cucu-cucu mu,putra-putri Bangsa…
Yang bisa kuturunkan adalah bekal petuah untuk anak-anakku.. jikalau ingin hidup makmur,menyingkirlah dari Indonesia,Negara omong kosong…
Disana tempat lahir beta..
Dibuai dibesarkan bunda..
Tempat berlindung dihari tua..
Sampai akhir menutup mata..
Janganlah heran kalau anakku gagu menyanyikannya..

0 cuap-cuap:

Post a Comment