Aku tak sedang angkuh,Tuhan..
tiba-tiba aku mengingat-Mu dalam tatih
setelah sekian tahun lupa
bahwa Kau selalu menyapa
mencoba bertutur tentang apa yang salah..
Aku mungkin sedang tak waras,Tuhan..
entah mengapa aku mencarimu di pepohonan
di dermaga,di jalanan,di Mesjid,di Malam kelam
mencoba menantang tangguh-Mu
dengan kepalan tangan biadabku
Ah,Tuhan.. aku mencoba menyurati-Mu
Menulis "untuk Tuhan" di amplop putihnya
tanpa alamat,tanpa pertanda
berharap pak pos tau kemana harus mengirimkan surat itu
Tapi surat untuk-mu selalu kembali
tergeletak bisu di beranda rumahku
Ah,Tuhan.. Kau pandai bermain rupanya
Kau tau surat itu untuk-Mu
Kenapa tak kau getarkan hati pengantar suratku
agar ia mengantarkan ke alamat yang seharusnya
Bukankah Kau Maha Mengetahui,Tuhan?
Ayolah.. senangkan aku..
cukup terima suratku..
Berkali-kali kukirimkan surat untuk-Mu,Tuhan
Namun selalu saja,kau sapa pagi ku dengan surat yang sama di tempat yang sama..
Ah,Tuhan..aku jenuh dipermainkan oleh-Mu..
Kau mungkin sedang menertawakan kegoblokanku
dan berharap aku tersadar,bahwa alamat-Mu memang disini..
Dihatiku..
Miftahul Khaeriyah
"surat untuk Tuhan"
11/12/2013
24.55
Dunia Dalam Kata
27 January 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
bacaki'
- agar terlihat pintar (3)
- Mencari Cerita (17)
- Share (10)
- Sisi Lain (1)
- Tinta cair (45)
Popular Posts
pengunjung
featured-content
Blogroll
BERUBAH!
@miftahulmiftah. Powered by Blogger.
About Me
- Miftahul Khaeriyah
- Sangat ngarep suatu hari nanti bisa nemu duit 1 milyar di jalan.. *obsesi pemulung



0 cuap-cuap:
Post a Comment