27 January 2014

untuk Tuhan

Aku tak sedang angkuh,Tuhan..
tiba-tiba aku mengingat-Mu dalam tatih
setelah sekian tahun lupa
bahwa Kau selalu menyapa
mencoba bertutur tentang apa yang salah..

Aku mungkin sedang tak waras,Tuhan..
entah mengapa aku mencarimu di pepohonan
di dermaga,di jalanan,di Mesjid,di Malam kelam
mencoba menantang tangguh-Mu
dengan kepalan tangan biadabku

Ah,Tuhan.. aku mencoba menyurati-Mu
Menulis "untuk Tuhan" di amplop putihnya
tanpa alamat,tanpa pertanda
berharap pak pos tau kemana harus mengirimkan surat itu
Tapi surat untuk-mu selalu kembali
tergeletak bisu di beranda rumahku

Ah,Tuhan.. Kau pandai bermain rupanya
Kau tau surat itu untuk-Mu
Kenapa tak kau getarkan hati pengantar suratku
agar ia mengantarkan ke alamat yang seharusnya
Bukankah Kau Maha Mengetahui,Tuhan?
Ayolah.. senangkan aku..
cukup terima suratku..

Berkali-kali kukirimkan surat untuk-Mu,Tuhan
Namun selalu saja,kau sapa pagi ku dengan surat yang sama di tempat yang sama..
Ah,Tuhan..aku jenuh dipermainkan oleh-Mu..
Kau mungkin sedang menertawakan kegoblokanku
dan berharap aku tersadar,bahwa alamat-Mu memang disini..
Dihatiku..

Miftahul Khaeriyah
"surat untuk Tuhan"
11/12/2013
24.55


0 cuap-cuap:

Post a Comment