08 September 2014

Maaf,Sekedar Surat..

Semalam,aku melupakan hari jadi mu..
Hingga pagi tadi bimbang masih berbisik,haruskah ku kirim ucapan selamat atau kubiarkan ia menguap bersama kepulan asap kopi..

3 tahun melewati hari jadi,kau membiasakan ku tidak begitu menganggapnya penting..
Sedang ku tau,kau sendiri memandangnya sebagai hari yang harus tertera dengan besar di setiap kalender..
Kau selalu menghargai hari jadi orang lain,tapi tidak hari jadi mu sendiri..

Harus kukatakan apa.. aku tak bisa memberikan sesuatu,sedang do'a selalu tertumpah untukmu..
Harus kulakukan apa..sedang bingung selalu merasuk dan kau tak pernah berkata "tolong"!

Kau bersikap seolah alergi dengan hal-hal yang manis,yang hanya bisa dilakukan wanita kepada prianya..
Aku pura-pura mengerti dan membungkam.. menahan segala do'a dan menyanyikannya kepada Tuhan.Hanya kami..

Semoga kebaikan mengikutimu..
Semoga Tuhan memberkati Kita.. Kamu.. dan semua yang mengingatmu hari ini..
Semoga Harapan tidak hanya 5 cm di depan jidat,tapi kau rangkul dengan hangat..

Ah,ini terlalu manis?
maaf.. mungkin semanis kopi yang ku tawarkan pagi tadi..
Dan kau menolak meneguknya..

Tiba-tiba,aku mengingat hari jadi semua orang yang dulu ku anggap penting..
akankah tahun depan masih terlewat bersama?
Ijinkan ku teguk segelas Kopi lagi.

                                                                                                        Yaumul Milad,9 September 2014



0 cuap-cuap:

Post a Comment