20 April 2015

2 bulan di malino membuat saya "kembali" tidak terbiasa dengan kebisingan kota.semua serba mumet. deru kendaraan,polusi,suara gurindah batu akik,knalpot bogar,teriakan,bentakan,terlebih panas yang keterlaluan. saya hanya bisa berdiam di rumah sambil menggerutu.
Makassar kota yang lapar,setiap hari,setiap jam,selalu ada aktifitas. rasa-rasanya tak ada waktu menikmati kesendirian..
ahad ini,setelah mengantar kamera ke kak ciwa,saya hanya berdiam di rumah. dari pukul 8 pagi hingga 2 siang.. saya menghubungi beberapa teman untuk di ajak jalan atau men"culik" saya ke tempat yang tenang.nihil,semakin tua umur,semakin banyak tanggung jawab dan semakin sulit mereka ditemukan.
akhirnya,hijrah datang membawa titik terang. saya mengajaknya menikmati kopi dan cemilan ringan di MP. lumayan,4 jam duduk sambil mengobrol ringan..
sebelum pulang,kami setuju mengunjungi gramedia lebih dulu. saya mencari di tumpukan buku diskon. 2 buku menarik perhatian saya. satu buku nonfiksi tentang kekerasan oleh anak-anak yang dipaksa (lumayan menambah pengetahuan sejarah) dan yang satu tentang protes pada kejadian sehari hari..
3 tahun lalu,saya dan kak ciwa memutuskan sepakat membeli 1 buku tiap bulannya. namun kami belum konsisten. saya memborong 2 buku sekalian sebagai "penebus dosa" akan janji yang jarang terealisasi tersebut.. harga buku total 32.000 rupiah.. cukup murah untuk sebuah pengetahuan. selamat datang kawan baru!

0 cuap-cuap:

Post a Comment