04 December 2011

Akankah Bapak Masuk Surga?


17 September 2011
Aku bermimpi tentang bapakku.Kulihat bapak semakin renta.Duduk di kursi  kesayangannya.seorang anak kecil mendekati bapak.Aku.Aku kecil bertanya ke bapak “Pak,kalau bapak meninggal,bapak yakin masuk surga?”.Bapak tidak menjawab,hanya menatap kosong. Aku memaksakan diri naik kepangkuan bapak, kutarik lengan baju bapakku sambil bertanya “Pak,akankah bapak masuk syurga?” Bapak kukuh dalam diamnya. Aku menangis dipangkuan bapak,tangisku  meledak, kutanya bapak berulang kali.Bapak tetap saja diam. Dadaku sesak,menangis terisak dipangkuan bapak.
 Aku terbangun,kudapati mataku basah.Aku menangis dalam tidurku.Pertanyaan itu masih sangat mengganggu,akankah bapak masuk syurga?

10 Mei 2010
Bapakku sosok pria tegas.Garis kehidupan yang keras telah mengajarkannya untuk menghargai hidup itu sendiri. Aku benci bapakku ketika ia mengeluarkan larangan-larangan yang tidak masuk akal dan sangat mengganggu. Tapi bapak akan sangat sabar mengantar ketika aku memiliki urusan diluar rumah saat malam hari dan menunggu hingga urusanku selesai,tak peduli berapa  jam pun ia harus menunggu.
Bapakku orang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Ia jarang dirumah. Kami  jarang dan hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama. Bapak akan pulang ketika aku telah terlelap. Paginya,kami hanya sempat bertegur sapa. Aku ingin bercerita ke bapak tentang teman-teman yang selalu mengejekku disekolah,aku ingin bercerita ke bapak tentang susahnya menghapal rumus fisika,aku ingin bercerita ke bapak tentang guru matematika ku yang bawel,aku ingin bapakku..

21 Februari 2010
Didalam mobil,berdua dengan bapak.Ia mengantarku kesekolah karena hujan deras diluar sana. Iseng,aku bertanya ke bapak tentang cita-citanya. Ia menjawab sambil tersenyum “Bapak ingin masuk surga,doakan bapak masuk surga” Untuk pertama kalinya,kulihat senyum bapak terlukis sempurna. Aku mengangguk,setiap hari,akan kudoakan bapak masuk syurga!

14 Oktober 2011
Kutatap bapakku, tubuhnya terbujur kaku,senyum tersungging damai diwajahnya. Senyum yang sama persis kulihat dibulan februari tahun lalu. Sakit stroke yang menimpa bapak akhirnya menjadi alasan kenapa tubuh renta itu terbaring disana.
Aroma kesedihan menyeruak membuatku mual dirumahku sendiri. Ibu tak henti-hentinya menangisi kepergian bapak,suami tercintanya. Aku terisak,air mataku habis,dadaku sesak. Kutinggalkan ibu dan beberapa orang lain yang sibuk mendoakan bapak.  Aku tidak tahan,Aku rindu bapakku yang menjengkelkan. Aku rindu aroma bapakku. Aku rindu mencicipi kopi bapakku. Aku rindu mendengarkan lagu lawas bersama bapakku. Aku rindu bapakku..
Bapakku lelaki yang baik,lelaki yang baik akan duduk sambil tersenyum bersama Tuhan disana. Akankah bapak masuk surga? Kuyakin bapak masuk surga!!


Untuk Bapakku tersayang,
Semoga umurmu dipanjangkan.
21 November 2011
Miftahul Khaeriyah

0 cuap-cuap:

Post a Comment