Aku
tidak dapat menemukan aku didalam diriku
Aku
telah menguap perlahan bersama embun pagi yang dihisap lembut sang mentari
Aku
adalah rona mawar ,
memudar digerogoti masa yang enggan bertandang barang
sekejap
Akulah
pesona yang menghilang bersama riak tepukan tangan
Lantas
kemanakah aku?
Adakah
aku terseret jauh hingga ke ketiak bumi?
Mungkinkah
aku melebur jatuh bersama cahaya pagi?
Lalu
dimanakah aku?
Apakah
aku terpojok didalam tanah yang bau dan lembab?
Ataukah
aku menari kelam bersama angin malam?
Ah,Aku
sangat dekat dengan aku
Aku
telah seirama dengan aliran darahku
Aku
serapat kulit di dagingku
Aku
bagaikan hujan yang menghilang dan meninggalkan aroma khas di atas tanah
Tak
perlu jauh mencari aku
Karena
aku sesungguhnya tak pernah meninggalkan aku
Aku
hanya teraba ketika aku menggores tinta kebaikan di bumi Tuhan..
M,11:28. 10/4/2012



0 cuap-cuap:
Post a Comment