19 April 2014

Bapak..

Pria itu beraroma garam,setidakx menurutku. Ketika kutanya pada ibu,ibu menyebutku mengada ada. Tapi aku yakin kalau aku tak sedang berfantasi,ia memang beraroma garam.. Mungkin karena dari kecil dulu,ia tinggal d pesisir,begtu jawaban yg kudapat darinya.mungkin..
Ia selalu meninggikan suara ketika berbicara dgan org lain,tapi tdak dnganku.. Sangat lembut. Ibu bahkan iri atar perlakuan khusus yg selalu kuterima darinya..
Aku selalu mendapat dukungan,bahkan ketika semua memojokkan.ia berdiri teguh disampingku dan mengusap ubun2ku sambil berkata : lakukan pilihan mu,buktikan kpada mereka bhwa kau tak salah!
Ia selalu tau kapan harus tegas dan kapan harus bersikap lembut..
Ia satu2x lelaki yg membuatku menangis dalam tidur karena bermimpi duduk di pangkuanx sembari bertax "akankah kau masuk surga?" dan ia tak menjawab,aku meraung..
Rumah adalah terminalx dan dunia adalah rumahx..ia pelancong,sama sepertiku.. Ia penggerutu,sama sepertiku.. Ia selalu maklum.. Ia senang membuat org lain tertawa.. Ia pekerja keras.. Ia telaten.. Ia bijaksana..
Dan aku memanggilx "bapak"..

0 cuap-cuap:

Post a Comment