ma,aku memang ditakdirkan keluar dari rahimmu sebagai generasi kartini..
yg harus anggun mengangkat dagu dgan sanggul di kepalaku..
yg harus santun bertutur,yg harus lihai mengepulkan asap di dapurku..
ma,aku memang d suratkan menatap dunia sebagai generasi kartini..
yg harus menghapus peluh di dahi suamiku,yg harus menjaga tutur di tiap cakap kepada imamku,yg harus menggantung langkah di ridha pencari nafkah ku..
tapi ma,jiwa ku berkobar menatap hitam asap ban terbakar..peluh ku siap untuk nafas2 sumbang yg tertindas..kepalku menghadap langit menyuarakan hak2 terampas..
tapi ma,anak mu berdarah panas yg di dalamx mengalir jiwa juang.. orasi adalah nyanyian merdu yg selalu kurindu.. hak2 terampas adalah cahaya yg harus dibebaskan dari belenggu iblis bernafas api!
tapi ma,kau memandang kebaya sebagai belenggu.. kau menilai santun sebagai penjara.. kau menatapku tajam dan mengarahkan telunjukmu ke dapur, "disana takdirmu!"
ma,bukankah Kartini adlah pejuang? yg menjadikanku bebas mengunyah bangku sekolah sbagai bentuk kebebasan?
ma,bukankah selain bentuk kepatuhan,kebaya juga simbol wanita indonesia harus maju?
ma,bukankah selain kesantunan,sanggul jga simbol wanita indonesia harus berpandangan luas?
berhenti cemas dan alot ma,restui anakmu,ku ingin dunia dalam kepalan ku! (Suara,miftahul khaeriyah.29 nov 2013)
Dunia Dalam Kata
19 April 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
bacaki'
- agar terlihat pintar (3)
- Mencari Cerita (17)
- Share (10)
- Sisi Lain (1)
- Tinta cair (45)
Popular Posts
pengunjung
featured-content
Blogroll
BERUBAH!
@miftahulmiftah. Powered by Blogger.
About Me
- Miftahul Khaeriyah
- Sangat ngarep suatu hari nanti bisa nemu duit 1 milyar di jalan.. *obsesi pemulung


0 cuap-cuap:
Post a Comment