01 August 2014

Haruskah Kukatakan "Maaf" ?


Jika kuceritakan kepadamu, Bahwa selama 22 tahun ini,aku masih belum percaya Tuhan,dapatkah kau tebak berapa juta manusia,berapa ribu Lembaga, berapa butir cacian,hujatan yang akan kuterima??

Bukan,bukan berarti selama ini kutinggalkan ibadah yang diturunkan Bapak ibu kepada ku, yang ditanamkan bahwa kegiatan tersebut merupakan keharusan dan dilaksanakan oleh semua anak cucu Adam, lantas kujalankan ibadah ku sebagai sebuah adat.. Budaya turunan,pelestarian.. Hujatan kembali dimuntahkan! Aku tertawa,kukenali diriku serupa artis yang selalu mencari sensai untuk mengemis perhatian orang banyak..

Aku iri melihat beberapa orang yang ku kenal mendapatkan Tuhan nya secara utuh,bukan "mandat" yang diturunkan dari Orang tua.. Bahwa Tuhan itu begini.. Tuhan itu begitu.. Dan aku masih mencari, di hutan, di puncak,di sela-sela daun,di bibir, di alis, di pinggir pantai, di pasir halus, di mana mana.. dimana mana... belum kudapatkan..

 Jika mungkin telah kutemukan Ia secara utuh,akan kubiarkan Ia menggenggam ku,kalaupun ia mau.. atau mungkin justru karena-Nya lah belum kudapatkan setetes petunjuk.. bahwa ia tak mau memperkenalkan diri padaku..

Aku hanya pencari yang sedang mengembara.. Hujatlah..!

0 cuap-cuap:

Post a Comment